Iiwake Maybe, Strategi JOT Untuk Mempopulerkan Trainee?

Iiwake Maybe, Strategi JOT Untuk Mempopulerkan Trainee?
Generasi 3 ‘datang’ disaat yang tepat
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Foto: detikHOT

Semenjak diumumkan menjadi member resmi pada 15 Maret 2014, JKT48 Generasi ketiga atau lebih dikenal dengan siswi pelatihan (trainee) itu seperti halnya seseorang yang bermimpi kejatuhan bulan ataupun bintang. Mitos yang menyebutkan bahwa seseorang yang bermimpi kejatuhan bulan atau bintang adalah pertanda baik bagi seseorang, sering dikaitkan dengan keberuntungan nasib yang akan datang di masa depan. Hal itu bisa dibenarkan dengan kondisi-kondisi yang pernah dialami oleh member-member trainee itu sendiri.
Dimulai dengan pemilihan umum member terpilih atau lebih dikenal dengan senbatsu sousenkyo yang merupakan pemilihan member untuk membawakan sebuah single, yang dimulai pada 5 Maret – 22 April 2014 lalu. Meskipun para member trainee gagal dalam pemilihan umum kali ini karena tak ada satupun member yang lolos, setidaknya JOT mengisyaratkan bahwa pemilihan umum ini merupakan pertanda baik dan membuka jalan strategi JOT dalam mem-push habis-habisan para siswi trainee ke publik.
Kemudian, dengan diadakannya Flying Get Handshake Festival – yang merupakan bonus dari CD Flying Get pada 18 Mei 2014 yang untuk pertama kalinya member trainee diikutsertakan pada event ‘jabat tangan’ tersebut. Tak lupa pula, event yang juga sebagai debut Generasi 3 ini telah diumumkan  pula pada  tanggal 24 Mei 2014 member Trainee akan membawa setlist bersejarah milik JKT48, “Pajama Drive”. dan nantinya mereka akan di bagi menjadi dua tim, yaitu Team Merah yang digawangi oleh Millenia, Elaine, Sofia, Feni, Aurel, Triarona, Shani, Anin, Desy, Farin, Okta, dkk; dan Team Putih yang diisi oleh Michelle, Andela, Chikita, Nadhifa, Alycia, Pricilia, Zeby, dkk.
Adanya member trainee yang ikut dalam konser di Surabaya, JKT48 School Live In Theater, dan juga pemilihan member Pajama Drive Revival yang diadakan dengan cara voting untuk mengisi keenam belas slot yang akan membawakan unit song pada Pajama Drive juga bisa dibilang member trainee benar-benar mendapat kue keberuntungan.
Event terakhir yang disebutkan diatas benar-benar strategi JOT dalam mempopulerkan trainee sekiranya membuahkan hasil. Dengan munculnya nama Elaine Hartanto yang berhasil mengalahkan beberapa nama member mainstream dalam unit song Kagami No Naka No Jeanne D’Arc.
Bahkan pada salah satu event besar yang diselenggarakan dalam rangka ulang tahun salah satu stasiun TV swasta, Generasi ketiga-pun diikut sertakan oleh JOT. Tak mau semua pihak kecewa, generasi ketiga yang untuk pertama kalinya tampil live di layar kaca berhasil menjalan mandatnya. Membawakan sebuah lagu yang membuat JKT48 populer, Heavy Rotation sontak membuat semua penonton berdecak kagum.
Dan pada launching single JKT48 yang ke-7, Kokoro No Palacard, member trainee berkesempatan membawakan sebuah lagu yang ada didalam susunan lagu pada single tersebut yaitu Iiwake Maybe.
Iiwake Maybe sendiri merupakan single AKB48 pertama yang dinyanyikan oleh anggota terseleksi hasil pemungutan suara oleh penggemar. Angka penjualan singel ini berhasil melampaui penjualan single SMAP pada hari pertama peredarannya dan langsung menduduki urutan nomor satu tangga single harian.Namun pada Tangga Single Mingguan Oricon, single ini hanya berhasil sampai di urutan kedua.
Tentunya dengan membawakannya sebuah single yang “sempat” booming ini, harapannya tentu agar generasi ketiga ini bisa dengan cepat dikenal oleh masyarakat.
Bak seperti orang yang bermimpi kejatuhan bulan atau bintang, apakah para member trainee bisa mendapat sebuah keberuntungan yaitu bisa dengan cepatnya popular seperti kakak-kakak kelasnya?
Iiwake Maybe adalah sebuah kunci. Apakah strategi kelanjutan dari JOT untuk mempopulerkan generasi ketiga ini berhasil? Harapannya, tentu: Ya.

Lirik Lagu Alasanku Maybe (Iiwake Maybe)

Lirik Lagu Alasanku Maybe (Iiwake Maybe)
Member trainee membawakan lagu Iiwake Maybe. Picture: SS jnessy
Lirik Lagu Alasanku Maybe:
[Intro]
Bersepada lewati (Bersepada lewati)
Jalan yang biasanya (Jalan yang biasanya)
Mengayuh sepeda sambil berdiri
Angin lembut di September
Jika selama liburan (Jika selama liburan)
Tak bertemu kamu (Tak bertemu kamu)
Aku pun semakin jadi terpikir
Tentang kamu
[Intro]
Walaupun aku berpikir
Hanyalah teman biasa
Disaat ini juga, denganmu
Denganmu, ingin jumpa
[Reff 1]
Maybe… maybe…
Mungkin aku suka kepadamu
Pada langit yang biru
Tak ada awan sedikit pun
Maybe… maybe…
Mungkin aku suka kepadamu
Meski ku tahu bahwa
Itu adalah cinta
Alasanku maybe…
[Intro]
Jendela di kelas (Jendela di kelas)
Tirai bergoyang (Tirai bergoyang)
Dari samping kau yang semester dua
Terlihat lebih dewasa
Liburan seperti (Liburan seperti)
Apa yang kau lalui (Apa yang kau lalui)
Cara bicaranya sepertinya akan
Jadi canggung
[Intro]
Kau sedikit memotong rambut
Hampir tak ada bedanya
Diriku dari jauh, padamu
Padamu… ku memandang…
[Reff 2]
Maybe… maybe…
Tak berani untuk hal itu
Walau mirip dengan probably
Tetapi hal yang lebih pasti
Maybe… maybe…
Tak berani untuk hal itu
Tetap seperti ini
Tak terbalas pun tak apa
Alasanku maybe…
[Intro]
Walau cinta terasa sedih
Tak bisa berbuat apapun
Walau cinta terasa sedih
Aku pun merasa sakit
Ku suka… ku suka… ku suka…
Kepada dirimu
Aaa, memang aku suka…
Kembali Ke [Reff 2]

From Shania To The Center

From Shania To The Center
Seifuku Kokoro No Placard JKT48 melody shania haruka
Shania Junianatha adalah satu dari empat member yang sedari awal konsisten di-push oleh JOT. Sekalipun belum pernah menjadi center di single manapun, Shania selalu masuk dalam setiap single yang pernah dirilis oleh JKT48 dari single pertama, River sampai yang terakhir, Gingham Check. Dan, tibalah saatnya pada single yang terbaru AKB48, Kokoro No Placard yang dirilis secara bersamaan juga dengan adiknya, JKT48, Rabu (27/8) tersebut, Shania didaulat menjadi ‘center’ oleh JOT. Ini adalah kali pertama gadis kelahiran Solo menempati posisi termasyhur di JKT48.
***
JKT48 memang penuh dengan kemisterian. Penuh dengan kejutan. dan Penuh dengan ketidakpercayaan. Apalagi? Mungkin, beberapa kalimat yang disebutkan tadi sempat beberapa kali diucapkan oleh para fans setelah mendengar atau mengetahui informasi terbaru mengenai JKT48. Begitupun juga ketika mendengar kabar bahwa Shania Junianatha yang akan menjadi center dalam single terbaru JKT48, Kokoro No Placard.
Meskipun bukan tanpa alasan bahwa Shania bisa menjadi seorang center, namun Jika ditilik dari single-single sebelumnya, hampir semua center yang ada pada masing-masing single selalu menciri khaskan berperawakan sang pemimpin, mulai dari sang Ibu Negara, Melody Nurramdhani bersama sang Jenderal, Devi Kinal Putri di single River  sampai Gingham Check, hingga Melody Nurramdhani mendapat julukan sang center abadi di JKT48. Pengecualian, Jessica Verandah di single Yuuhi Wo Miteiruuka, yang mempunyai perawakan seperti Shania. Meskipun ini masih misteri. Karena seorang center dalam sebuah single yang menentukan adalah JOT sendiri dengan pertimbangan Akimoto Sensei.
Namun dengan resminya sang ratu sosmed, Shanju – panggilan akrabnya menjadi seorang center pada single Kokoro No Placard, secara tidak langsung  berhasil membungkam misteri center yang beredar selama ini. Dengan perawakannya yang diatas normal diusianya yang masih muda, Shania membuktikan bahwa menjadi center bukanlah diukur dari penampilan luarnya saja. Shanju benar-benar telah membuktikan bahwa center adalah panutan bagi ke-15 member lain yang tergabung dalam sebuah single tersebut.
Yakin, Shania bisa menjadi ‘panutan’ dan lepas dari bayang-bayang sang Ibu Negara, sebagai center paling muda JKT48? Diusianya yang masih belia, Shania dikenal sebagai anak kecil yang mirip tante-tante, jikalau dilihat dari penampilannya. Memang benar adanya. Bukti lain juga mengatakan, bahwa Shania adalah salah satu member yang benar-benar memanfaatkan akun social media yang ada.
Shania sendiri adalah member JKT48 yang paling banyak berinteraksi dengan fansnya via media sosial. Hampir semua media sosial yang ada dimanfaatkan olehnya, membuat dia menjadi terasa dekat bahkan bagi fans far-nya. Tak cuma itu, Shania juga dikenal dengan member yang selalu mempunyai pemikiran yang “berbeda” dengan yang lain.
Tak perlu dibuktikan dengan kata-kata, bisa dilihat di akun social medianya.
Setiap kicauan yang keluar dari akun pribadinya mungkin orang awam akan mengira jika Shania ialah seorang wanita yang sudah dewasa dari segi umur, Meskipun dugaan itu salah setidaknya membenarkan julukan Shania sebagai Tanju. Tante Shanju. Anak kecil yang memiliki pemikiran dewasa dibanding dengan teman sebayanya. Dengan julukan tersebut, Shania bisa mendapatkan tempat tersendiri di para fans. Karena tak ada Tanju lain di JKT48.
Selain sanggup menjadi panutan karena  pemikirannya yang sangat matang itu, Shania adalah seorang bintang. Pengalamannya di dunia hiburan tak perlu diragukan lagi, Shania adalah seorang artis cilik yang merintis di banyak sinetron dan juga iklan. Dengan pengalamannya itulah, Shania bisa dengan cepatnya menjadi seorang center di usia belia.
***
“Ibarat sebuah mesin, Shania adalah mesin diesel diantara banyak mesin”
Kutipan diatas menunjukkan bahwa peran atau keberadaan Shania di JKT48 begitu vital. Dibanding dengan member lain, dia adalah member yang selalu menyajikan performa yang selalu diatas standar. Goyang “Hey… Hey… Hey” pada sebuah gerakan di single Koisuru Fortune Cookies adalah suatu kemenangan bagi dirinya sendiri karena bisa mendapatkan tempat tersendiri bagi para fans. Selalu dieluk-elukkan performing-nya.  suatu bukti nyata dari kerja kerasnya
Di JKT48 sendiri, Shania bisa berada diposisi apapun dalam tim. Dia bisa menggantikan siapapun. Dia adalah sebagai transformator apabila kita berbicara tentang film Sci-Fi: Shania bisa dengan mudahnya berubah-ubah sesuai kebutuhan tim. Dulu Shania adalah member biasa (bisa dibilang penting, tetapi bisa tidak), namun dengan kerja keras yang dimilikinya dia bisa berubah dengan cepatnya menjadi seorang center.

JKT48 Launching Single ke-7 ‘Papan Penanda Isi Hati’

JKT48 Launching Single ke-7 ‘Papan Penanda Isi Hati’
Belum genap 3 bulan sejak JKT48 memperkenalkan single Gingham Check, Rabu (27/08) mereka sudah kembali merilis single terbaru yang berjudul “Kokoro no Placard” (Papan Penanda Isi Hati) dan bersamaan pula dirilisnya single ke-37 AKB48 dengan judul yang sama.
Bapak Ghopta Chandra sedang menjelaskan detail mengenai CD Papan Penanda Isi Hati. Foto: HITS Records
Bapak Ghopta Chandra sedang menjelaskan detail mengenai CD Papan Penanda Isi Hati. Foto: HITS Records
Acara konferensi pers yang bertempat di f(x) Sudirman, Theater JKT48 dimulai sekitar pukul 15.30 WIB tersebut dihadiri oleh para awak media, Bapak Clement Leopold selaku General Manager HITS Records, Bapak Ghopta Chandra sebagai Operation & Production Director JKT48 dan ke-16 member senbatsu antara lain Beby, Dhike, Haruka, Jeje, Kinal, Melody, Nabilah, Shania, Vanka, Ve, Chikariina, Ikha, Naomi, Tata, Viny & Yupi. Di single ini Shania didapuk menjadi center untuk pertama kalinya.
Ke-16 member senbatsu membawakan lagu "Papan Penanda Isi Hati" Foto: HITS Records
Ke-16 member senbatsu membawakan lagu “Papan Penanda Isi Hati” Foto: HITS Records
Seperti biasa sebelum acara dimulai, para awak media terlebih dahulu menyaksikan pemutaran perdana video clip Papan Penanda Isi Hati. Dan dilanjutkan penjelasan dari Bapak Clement Leopold & Ghopta Chandra kemudian sesi tanya jawab.
Menjawab pertanyaan dari salah satu media, single Papan Penanda Isi Hati ini akan lebih sukses daripada Fortune Cookie yang Mencinta dikarenakan dance nya yang lebih simple dan semua orang bisa mengikutinya, demikian imbuh Shania. Serta tak lupa diakhiri live performance oleh JKT48 membawakan single terbaru mereka.
Berdasarkan data yang telah kami rangkum dari berbagai sumber, CD dibagi menjadi 2 versi biasa & 1 edisi terbatas yakni:
- Versi Theater (CD) seharga Rp 40.000,-
CD berisi 4 lagu:
1. Kokoro no Placard (Papan Penanda Isi Hati)
2. Kurumi to Dialogue (Dialog dengan Kenari)
3. Lucky Seven
4. Iiwake Maybe (Alasanku Maybe)
Dengan bonus tiket Individual Handshake & Trumph Card. Dijual di Theater JKT48 mulai hari Rabu (27/08) pukul 19.00 WIB.
- Versi Reguler (CD+DVD) seharga Rp 80.000,-
CD berisi 5 lagu:
1. Kokoro no Placard (Papan Penanda Isi Hati)
2. Kurumi to Dialogue (Dialog dengan Kenari)
3. Lucky Seven
4. Iiwake Maybe (Alasanku Maybe)
5. Message on A Placard ~ English Version ~
DVD berisi:
1. Kokoro no Placard Music Video
2. Kokoro no Placard Behind The Scene
Dengan bonus Photopack & Pensi JKT48 Card, yang dimaksud dengan kartu pensi disini ialah para pemegang kartu tersebut nantinya dapat mendatangi acara pensi yang akan dibuat oleh JKT48. Sudah bisa dibeli di Theater JKT48 dan bisa dipesan online melalui nadatop.com (minus Pensi JKT48 Card) & rakuten.co.id.
- Dan yang special adalah Versi Reguler (CD+DVD) Edisi Terbatas seharga Rp 280.000,-
CD berisi 6 lagu:
1. Kokoro no Placard (Papan Penanda Isi Hati)
2. Kurumi to Dialogue (Dialog dengan Kenari)
3. Lucky Seven
4. Iiwake Maybe (Alasanku Maybe)
5. Message on A Placard ~ English Version ~
6. Kokoro no Placard (Off Vocal Version)
DVD berisi:
1. Kokoro no Placard Music Video
2. Kokoro no Placard Behind The Scene
3. Kokoro no Placard Dance Tutorial Video
Dengan bonus yang sama seperti Versi Reguler namun dengan tambahan:
1. T-shirts Limited Edition Kokoro no Placard
2. Photopack Spesial Kokoro no Placard
3. Tiket 2-Shot dengan Oshimen
Pembeli versi limited ini nantinya bisa menuliskan isi hatinya di T-shirts tersebut dan mengambil foto 2-Shot dengan member favoritnya. Mungkin juga nanti oshimenmu akan menuliskan perasaannya di papan dan menjawab isi hati fansnya. Untuk versi ini hanya dapat dipesan online melalui rakuten.co.id
Jangan lupa ya untuk selalu membeli original CD & DVD JKT48 agar mereka dapat terus berkarya!

Lirik Lagu Kokoro No Placard

Lirik Lagu Kokoro No Placard
Para Member Terpilih Single “Papan Penanda Isi Hati.”
Lirik Lagu Papan Penanda Isi Hati (Kokoro no Placard):
[Intro]
Payayayayay…
Payayayayay…
Payayayayay…
Oh.. payayayayay…
Lihat kesini, sebentar saja
Ayo sadarlah pada keberadaanku
Lihat kesini, lima detik pun
Lihatlah diriku yang didekatmu
Tetapi sebenarnya
Walau mata bertemu
Sebentar dan tidak sempat
Mengucapkan apapun
[Reff 1]
Papan penanda isi hati
Padahal jika kau melihat
Pasti akan mengerti perasaanku
Jika disini aku tulis
Aku suka pada dirimu
Walau dada berdebar
Walaupun berkeringat
Bisa ungkapkan cinta
Payayayayay…
Payayayayay…
Payayayayay…
Oh.. payayayayay…
Give me a chance, sekali saja
Berdoa sendirian sambil menunggu
Give me a chance, kebetulan pun
Ayolah kau menengok ke arahku
Harus beranikan diri
Lalu mulai menyapa
Meski mudah diucapkan
Sulit tuk dilakukan
[Reff 2]
Papan penanda isi hati
Masukkan tangan dari mulut
Ganjalan hati itu, ayo ambillah
Aku suka pada dirimu
Jikalau itu ku sampaikan
Walau tidak dijawab
Walau tampak kesulitan
Bisa jadi happy
[Intro]
Semua orang menyimpan
Kata-kata yang penting
Jauh di suatu tempat
Didalam lubuk hati
Kembali ke [Reff 1]
[Reff 3]
Papan penanda isi hati
Hey.. cobalah kau keluarkan
Apa yang kau pikirkan
Terus teranglah
Jika tak bisa diucapkan
Cukuplah dituliskan saja
Yang ingin disampaikan
Yang ingin diucapkan
Sadarilah tandaku…
Payayayayay… 2x
Payayayayay… 2x
Payayayayay… 2x
Oh.. payayayayay… 2x

Lirik Lagu Pajama Drive



Malam ketika tidak bisa tidur
Ku slalu minum susu
Kupejamkan mata di tempat tidur
Mulai menghitung domba
Di kaca jendela kamarku
Terdengar lemparan batu
Kamu yang dari bawah
Memberi isyarat
Sungguh tak terduga
Rayuan
Pajama de doraibu
Dengan sinar bulan
Sebagai petunjuknya
Dari jam segini
Kemana ‘kan pergi
Kencan yang rahasia
Pajama de doraibu
Ini sangat nekat
Tak bisa kupercaya
Dengan pakaian ini
'ku dibawa pergi
Apakah yang sebaiknya kulakukan?
Bila aku pikir, dengan baik-baik
Ini cerita yang konyol
Di saat ini ku seharusnya
Tertidur dan bermimpi
Saat kau suka seseorang
Kau tak bisa katakan “tidak”
Keegoisan dirimu
Selalu kutrima
Ku bagaikan tersihir
Marionette
Pajama de romansu
Kau injak gasnya
Melaju dengan kencang
Aku dimarahi papa
Melaju di jalan
Pagi yang seharusnya
Pajama de romansu
Di dalam mobil
Dunia kita berdua
Kalau tadi ku ganti baju
Pasti tak akan
Debar-debar seperti saat ini
"Pokoknya ingin ketemu" katanya
Orang yang slalu memaksa
Terlihat jahil
Tatapan itu
Akan aku terima
Biarpun dengan piyama
Tidak apa-apa
Hati ini selalu OK
Pajama de doraibu
Dengan sinar bulan
Sebagai petunjuknya
Dari jam segini
Kemana ‘kan pergi
Kencan yang rahasia
Pajama de doraibu
Ini sangat nekat
Tak bisa kupercaya
Dengan pakaian ini
'ku dibawa pergi
Apakah yang sebaiknya kulakukan?
Apakah yang sebaiknya kulakukan?
Apakah yang sebaiknya kulakukan?

Lirik Lagu Kagami No Naka No Jean D Arc


Sesorang memanggil namaku dari dunia ini
Dengan suara yang sama saatnya ini cinta
Selalu percaya dan menunggu waktu tibanya takdir
Ingin rasanya terlahir keluar dari cermin
Langit tanpa tempat mencinta
Kota tempat bersembunyi
Terbiasa di kesendirian
Hai para gadis telah tiba waktu bagi kita untuk bangkit
Apabila kan mimpi kaki lemah sekalipun tetap melangkah
Pasti tetap cantik bola mata yang bulat dan manis tanpa ternoda
Penuh dengan harapan bermandikan cahaya
Jelang esok hari
Aku tidak mengerti sebenarnya untuk apa ku hidup
Masa lalu diriku yag selalu terekam penat
Suatu saat kan datang menolong pangeran berkuda putih
Diriku yang telah memutuskan rantai hati
Daripada aku meminta
Keberanian yang ada di depanku
Kebebasan kan jadi kekuatan
Hai para gadis siapapun bisa jadi seorang Jean da Arc
Ingatlah asa yang akan terus membentang di kaki langit
Tubuh manusia memiliki sayap yang tak terlihat pasti kan sadar
Mengharap ke depan memohon dengan tulu
‘kan terbang ke langit

Pengumuman Final Result Pajama Drive Revival Show 2014

Pengumuman Final Result Pajama Drive Revival Show 2014
Setelah satu bulan lamanya member dan juga fans betarung sengit untuk mendapatkan posisi di unit song impiannya di setlist “Pajama Drive”, siang ini (17/08) dalam acara perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-69 di lapangan Museum Satria Mandala seluruh member dan juga fans yang hadir mendapat kejutan berupa pengumuman final Pajama Drive Revival Show.
suasana tegang saat mmeber menunggu pengumuman PDRS
suasana tegang saat mmeber menunggu pengumuman PDRS
Beberapa nama seperti Alicia Chanzia harus gigit jari di Unit Song “Kagami no Naka no Jeanne D’Arc” yang pada pengumuman hasil sementara mendapat peringkat pertama namun harus rela terlempar ke posisi ke 10 yang berarti gagal untuk masuk ke unit song tersebut. Sedangkan Andela Yuwono salah satu member generasi 3 yang di gadang-gadang bakal sukses di unit song Junjou Shugi harus terperosok ke urutan 7. lain halnya dengan Elaine Hartanto, si penyuka bebek ini sukses menjadi satu-satunya member Trainee yang sukses dalam Pajama Drive Revival Show dengan menempati unit song  Kagami no Naka no Jeanne D’Arc. berikut hasil lengkap PDRS 2014:
Pajama Drive Revival Show ialah Show Impian Fans dan juga member, dimana fans bisa memilih member pilihan mereka untuk membawakan di unit song tertentu di setlist Pajama Drive. kekompakan, loyalitas dan kerjasama antar fans dan juga member menjadi point penting dalam Show Impian ini. Semoga dengan adanya PDRS seperti ini baik fans ataupun member bisa semakin terpacu untuk terus maju dan bekerja keras untuk menjadi yang terbaik.

Lengsernya Dominasi Nabilah Ayu di Senbatsu

Lengsernya Dominasi Nabilah Ayu di Senbatsu
Jakarta – Apa yang penggemar MotoGP nikmati dari balapan motor roda 2 paling bergengsi di dunia itu sepanjang tahun 2014? Selain dominasi Marc Marquez yang berhasil mengekskusi 10 kemenangan beruntun sejak awal musim, Persaingan siapa yang jadi terkuat setelahnya antara Jorge Lorenzo – Dani Pedrosa – Valentino Rossi di tabel klasemen, Atau mungkin cuma sekedar melihat pesona para gadis paddock grid buat refreshing sebelum menjalani aktivitas melelahkan sepekan kedepan? Semua jawaban memang sah-sah saja.
Bagi para penggemar selain tim repsol  melihat dominasi Marc Marquez tentu menjadikannya tontonan tersebut muak, Bagaimana tidak sepanjang 10 race moto GP itu selalu orang-orang itu saja yang menang. Bayangkan, ketika teman sejati anda selalu mendapat rangking kelas satu tingkat diatas anda atau selalu diposisi puncak, tentu saja itu membuat iri.
Menjadi dominan memang merupakan sebuah tujuan setiap manusia. Tapi jika dominasi berlangsung terlalu lama hingga pesaing tak lagi memiliki kekuatan untuk menyerang balik, maka rasa hormat bisa beralih (dari sekadar) rasa iri menjadi rasa benci.
17 Agustus 2014, selain Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69, apa peristiwa besar yang terjadi?
Ya, Si Bocah Alien – julukan Marc Marquez baru saja mengakhiri dominasinya. Usai sudah. Disebut-sebut akan memecahkan rekor sebagai pembalap pertama yang berhasil memenangi 11 seri awal musim, ternyata kejadian itu tak kesampaian.
Nabilah JKT48-pun mengalami hal yang sama. Setelah selalu masuk dalam semua single yang dibawakan oleh JKT48 serta selalu ‘terpilih’ dalam pemilihan member ‘terbaik’ yang diselenggarakan oleh JOT, Oshi sejuta umat – julukan gadis kelahiran 1999 ini akhirnya mengakhiri dominasinya tersebut.
Di Museum Satria Mandala, Minggu (17/8) Pengumuman siapa saja yang akan mengisi ke-16 member yang akan mentas di Pajama Drive Revival Show pada September mendatang, akhirnya tiba. Namun dalam urutan nama yang terpilih nama Nabilah Ratna Ayu Azalia, nama lengkap Nabilah tak ada. Ini merupakan kali pertama, Nabilah gagal terpilih menjadi Senbatsu.
Oshi Sejuta Umat Juga Manusia
1333110_20120802070309
Bukan tanpa alasan apabila kita menjuluki Nabilah Ayu dengan sebutan ‘Oshi Sejuta Umat’. Dengan bermodalkan paras wajah yang menawan dengan sifatnya yang cerewet, pandai berhumor serta enerjik mampu menarik banyak kalangan untuk ‘memaksa’ suka dengan idol grup naungan 48 Family, JKT48. Dengan julukkan tersebutlah Nabilah mendominasi barisan terdepan JKT48.
Dominasi Nabilah di JKT48 tak perlu dibantah oleh siapapun. Dari jumlah followers twitter akun member JKt48 saja, Nabilah sudah unggul jauh. Bicara apalagi? Barisan Handshake yang sering kali sold-out? Atau ditunjuknya dia oleh brand ambassador JKT48 untuk mengenalkan produknya supaya laku keras dipasaran? Tak terbantahkan.
Tak cuma menang popularitas, seperti yang saya bilang diatas, prestasi bersama juga tak kalah mentereng. Berbanding lurus dengan popularitasnya.
Namun, dominasi di JKT48 yang runtuh di pemilihan member ‘terbaik’ Pajama Drive Revival memperlihatkan bahwa ‘Oshi Sejuta Umat’ juga manusia. ‘Oshi Sejuta Umat’ juga dapat dikalahkan. Tercatat, Nabilah hanya masuk 7 besar dalam unit-song Kagami No Nakka No Jeanne D’Arc seperti yang para fansnya vote bersama para koalisinya.
***
Melihat hasil akhir Pajama Drive Revival, tentu kelahiran rezim ‘baru’ selalu dirayakan, apalagi kemudian rezim baru itu kembali dikalahkan. Meskipun peluang untuk membalikkan dominasi ini disadari juga berpotensi menjadi dominasi selanjutnya. Paling tidak kemenangan Trio K3; Ratu Vienny Fitrilya, Thalia, Rona Anggreani dan kuda hitam, Jessica Vania serta bintang yang sedang menuju bersinar, Elaine Hartanto telah berhasil mengungguli oshi sejuta umat, Nabilah Ayu.
Apakah dominasi Marc Marquez di Moto GP dan Nabilah Ayu di JKT48 harus berakhir?
Sebenarnya, tak usah. Tak apalah. Namun, dominasi boleh-boleh saja asal tak terlalu lama. Karena pada dasarnya, sesuatu yang berdiri sendiri atau dominan itu selalu terasa menyebalkan.

Penampilan Perdana Gingham Check, Single ke-6 JKT48

Penampilan Perdana Gingham Check, Single ke-6 JKT48
jkt48fans-image-gingham-check
Dalam mini konser yang digelar dalam acara Flying Get Handshake Festival, Minggu (18/04), single ke-6 JKT48 akhirnya terungkap. Gingham Check yang merupakan single ke-27 dari AKB48 didaulat menjadi single pertama yang dibawakan oleh para member senbatsu sousenkyo JKT48.
Membawakan seragam biru-kotak, ke 16 member pilihan fans tersebut menyanyikan lagu Gingham Check dengan enerjik dan ceria. Tidak hanya itu saja, member pun menyatakan sedikit arti dari single ke-6 ini.
“Lagunya tentang cinta kotak-kotak, jadi antara ragu-ragu atau pengen” ujar Shania, dikutip dari Hai.
Sementara itu untuk bentuk fisik dari single ini masih belum didapatkan kejelasan perilisan. Pihak JOT (JKT48 Operation Team) pun belum merilis tanggal mainnya.

Lirik Lagu Temodemo No Namida



TEMODEMO NO NAMIDA (AIR MATA PERASAAN YANG TAK TERSAMPAIKAN)
Hujan rintik-rintik yang mulai turun
Aku pun menutup layar kisah ini
Bagai menurunkan
Layar warna perak
Itulah cinta pertama diriku
Ku terus menunggu
Di jalan yang kedua
Ku ingin panggil namun ku tak bisa
Saat kulihat ke bawah
Bunga ajisai pun menangis
Walau ku sangat ingin bertemu
Walau ku menyukaimu
Kau jalan berlalu di depan mataku
Walaupun jadi begini
Aku tetap melihatmu
Dari tempat ini
Walau ku sangat ingin bertemu
Walau ku menyukaimu
Kau bahkan tidak menoleh ke arahku
Walaupun kupakai payung
Pipiku pun tetap basah
Diri ini tak berdaya
Temo demo no namida
Di jalan yang penuh kesedihan ini
Aku berjalan, seorang diri
Dalam hati ini
Diriku tersesat
Rasa sayang yang tak seorang pun tahu
Bunga ajisai
Yang suka akan hujan
Memejamkan mata di hari cerah
Mendung yang jauh di sana
Apakah kau yang memikirkannya?
Walau sesedih apapun juga
Walaupun tak bisa juga
Biarkan aku tetap menjadi gadis
Ku tak akan melupakan
Jejak langkah kenangan
Bertemu denganmu
Walau sesedih apapun juga
Walaupun tak bisa juga
Suatu hari ku pasti kan teringat
Walaupun harapan aku
Tidak juga terwujudkan
Ku kan terus bersinar
Temo demo no koi yo
Walau ku sangat ingin bertemu
Walau ku menyukaimu
Kau jalan berlalu di depan mataku
Walaupun jadi begini
Aku tetap melihatmu
Dari tempat ini
Walau ku sangat ingin bertemu
Walau ku menyukaimu
Kau bahkan tidak menoleh ke arahku
Walaupun kupakai payung
Pipiku pun tetap basah
Diri ini tak berdaya
Temo demo no namida